Kamis, 26 April 2012

Selamat Datang di PKBM Omega Jaya

Menuntaskan Buta Aksara
Sekitar 8,3 juta jiwa atau 4,79 persen dari jumlah penduduk Indonesia berusia 15-45 tahun pada tahun 2010 masih buta aksara. Sebagian besar penduduk yang masih buta huruf, sekitar 70 persen, berusia di atas 40 tahun.
Direktur Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan Nasional Wartanto, Kamis (8/9), mengatakan hal itu terkait peringatan Hari Aksara Internasional ke-46 pada 8 September 2011.
”Mengatasi buta aksara tidaklah mudah karena lokasi mereka umumnya tersebar,” kata Wartanto.
Untuk menuntaskan buta aksara, Kepala Subdirektorat Pembelajaran dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Ditjen PAUDNI Kemdiknas Elih Sudiapermana mengatakan, tahun ini pemerintah memberikan bantuan operasional program keaksaraan dasar sebesar Rp 360.000 per orang bagi 550.000 orang. Bantuan itu digunakan untuk pembelian materi ajar dan sarana prasarana pembelajaran lainnya. ”Proses pembelajarannya dilakukan selama 114 jam dalam enam bulan dengan jumlah pertemuan dua kali seminggu,” kata Elih.
Program penuntasan buta aksara diprioritaskan bagi daerah dengan tingkat buta aksara tinggi, yakni di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Wartanto mengatakan, mereka yang sudah bebas buta aksara akan dapat kembali menjadi buta aksara karena kurangnya pembinaan dan tindak lanjut.
”Kondisi lingkungan kurang mendukung orang yang bebas buta aksara untuk menyalurkan kemampuannya. Misalnya, bahasa Indonesia kurang digunakan karena masih memakai bahasa ibu. Akhirnya jadi buta aksara kembali,” kata Wartanto.
Selain faktor bahasa, kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan baca tulis tidak terpenuhi karena kurangnya buku atau buletin di taman bacaan masyarakat (TBM). Wartanto mengakui minimnya anggaran untuk membangun TBM. Setiap tahun pemerintah hanya bisa membangun 500 TBM di beberapa daerah. (http://edukasi.kompas.com/)

Sekilas tentang PKBM
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat untuk masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan. PKBM ini masih berada di bawah pengawasan dan bimbingan dari Dinas Pendidikan Nasional. PKBM ini bisa berupa tingkat desa ataupun kecamatan. untuk mendirikan PKBM bisa dari unsur apapun oleh siapapun yang tentunya telah memenuhi syarat-syarat kelembagaan antara lain : 1. Akta Notaris 2. NPWP 3. Susunan Badan pengurus 4. Sekretariat 5. Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kab/kota

Cakupan Kegiatan

Cakupan kegiatan antara lain :
  • Kejar Paket A
  • Kejar Paket B
  • Kejar Paket C
  • PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
  • KBU (Kelompk Belajar Usaha)
  • KUPP (Kelompok Usaha Pemuda Produktif)
  • Pemberdayaan Perempuan
  • Keaksaraan Fungsional Dasar Dewasa
  • Taman Bacaan Masyarakat (Perpustakaan)

Kejar Paket A, B & C di Batam

Kelompok Belajar atau Kejar adalah jalur pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh Pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah, atau bagi siswa yang belajar di sekolah berbasis kurikulum non pemerintah seperti Cambridge, dan IB (International Baccalureate).
Kejar terdiri atas tiga paket: Paket A, Paket B dan Paket C. Setiap peserta Kejar dapat mengikuti Ujian Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Ujian Kesetaraan

Peserta kejar Paket A dapat mengikuti Ujian Kesetaraan SD, peserta Kejar Paket B dapat mengikuti Ujian Kesetaraan tingkat SLTP dan peserta Kejar Paket C dapat mengikuti Ujian Kesetaraan SMU/SMK/MA. Ujian kesetaraan diselenggarakan dua kali dalam setahun, yaitu bulan April dan Juli. Setiap peserta yang lulus berhak memiliki sertifikat (ijazah) yang setara dengan pendidikan formalnya.

Kontroversi

Kejar Paket C sempat menjadi populer karena para peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan MA yang tidak lulus dapat mencoba lagi dengan menggunakan jalur ini. Mari bergabung bersama kami, wujudkan impianmu dengan ijazah kesetaraan paket c yang tidak ubahnya dengan ijazah reguler / SLTA sederajat.


Paket-C adalah Program Pendidikan Non Formal sebagai alternatif dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang diperuntukkan bagi Siswa Siswi yang putus sekolah atau Siswa yang tidak sempat menikmati Pendidikan Formal. Beberapa Siswa sengaja mengikuti Paket-C karena alasan tertentu seperti sibuk Bekerja, Berwirausaha, Olahragawan, Artis Muda dan Siswa yang tidak bisa berkonsentrasi di keramaian sekolah alias senang belajar mandiri sampai yang populer saat ini adalah Home Schooling atau Sekolah Rumah.
Paket-C adalah program penyempurnaan dari Program Ujian Persamaan yang sebelumnya diberlakukan. Dalam Program Paket-C, Siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) diwajibkan untuk terlebih dahulu mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Ijazah dari Paket-C ini berpenghargaan sama dengan Ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dapat dipergunakan untuk melamar kerja, melanjutkan sekolah atau kuliah di PTN atau PTS dalam dan luar negeri, penyesuaian golongan jabatan di TNI, POLRI, PNS dan pegawai swasta.
Kegiatan Belajar Mengajar PAKET A, B & C dilaksanakan setiap hari Rabu dan Sabtu
Untuk mendaftar Paket Kesetaraan, calon peserta harus melengkapi Persyaratan dibawah ini :

- Mengisi Formulir Pendaftaran yang sudah disediakan

- Menyerahkan Foto Copy Ijazah SMP/Mts,yang sudah dilegalisir Sekolah asal,

sebanyak 3 lbr

- Menyerahkan Pasphoto ukuran 3x4 dan 2x3 masing-masing 5 lembar (Baju Putih berkerah, Latar Merah)

- Membayar Uang Pendaftaran sesuai ketentuan di PKBM Omega Jaya hanya Rp.250.000.- dan Formulir Rp.50.000.-

- Juga menerima Siswa Drop Out SMA/MA/SMK atau Tidak Lulus SMA/MA/SMK,

dengan syarat menyerahkan Raport / Surat Keterangan Tidak Lulus.

BELAJAR MANDIRI
Bagi Siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar karena berbagai alasan (berhalangan), bisa mengambil modul pelajaran sehari setelah hari belajar untuk dipelajari secara mandiri, dibantu teman atau anggota keluarga. Jika telah memiliki waktu untuk ikut belajar di kelas dapat ditanyakan bagian Pelajaran yang tidak dimengerti kepada Tutor/guru yang bersangkutan.

Berijazah Negara
Usia Tidak Terbatas,
Biaya Ringan dan Bisa Diangsur selama 1 Periode.
Informasi lebih jelas hubungi :
0813 7222 1117 [jika nomor sibuk atau tidak diangkat, silahkan sms]

Tenaga Pengajar Bimbel Omega Jaya

Dalam upaya meningkatkan minat dan semangat peserta didik, Bimbingan Belajar Omega Jaya memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik dengan mendatangkan Guru-guru asing untuk pelajaran berbasis internasional dan dibantu juga oleh Guru-guru Nasional SD, SMP, SMA dan SMK Harapan Utama. dengan maksud agar mempermudah dalam interaksi proses belajar dan mengajar atau memperakrab suasana dikarenakan adanya nilai Propesionalisme seorang Guru atau Tutor yang telah dibuktikan dalam proses Belajar secara Formal.
Kami sengaja menggunakan tenaga pengajar yang berbasis Guru Aktif agar mudah untuk memahami karakteristik peserta didik dan memahami perbedaan suasana belajar formal dan informal agar bimbingan dapat berjalan dengan lancar.

Waktu Belajar Paket dan Bimbel PKBM Omega Jaya :
-----------------------------------------------------------------
Hari                =  Sabtu   dan  Minggu
-----------------------------------------------------------------
Sesi Sabtu      =  10:00 s/d 14:00 (istirahat jam 11:30 s/d 12:30)
Sesi Minggu   =  10:00 s/d 14:00 (istirahat jam 11:30 s/d 12:30)
-----------------------------------------------------------------